Pengertian Motivasi
Motivasi adalah daya penggerak di dalam
diri seseorang untuk berbuat sendiri. Motivasi merupakan kondisi internal
individu yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Peran motivasi adalah sebagai
pemasok daya (energizer) untuk tingkah laku secara terarah (Gleitman 1986,
Reber 1988 dalam Muhibinsyah, 2000).
·
Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik
Secara umum motivasi dapat dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu :
- Motivasi Instrinsik, yaitu dorongan
yang bersumber dari dalam diri seseorang.
Contoh : dorongan ingin minum, ingin
bisa, dll.
-Motivasi Ekstrinsik, yaitu dorongan
untuk berbuat sesuatu yang berasal dari luar diri.
Contoh : seseorang bertingkah laku
karena adanya penghargaan, pengakuan, pujian, hadiah dan sebagainya.
ü Motivasi
Berprestasi
Menurut
McClelland dan Atkinson (1953:78) bahwa motivasi berprestasi merupakan
ciri seorang yang mempunyai harapan tinggi untuk mencapai keberhasilan dari
pada ketakutan kegagalan. Selanjutnya dinyatakan McClelland (1953:78) bahwa
motivasi berprestasi merupakan kecenderungan seseorang dalam mengarahkan dan
mempertahankan tingkah laku untuk mencapai suatu standar prestasi. Pencapaian
standar prestasi digunakan oleh siswa untuk menilai kegiatan yang pernah
dilakukan. Siswa yang menginginkan prestasi yang baik akan menilai apakah
kegiatan yang dilakukannya telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Ahli lain yakni Gellerman (1963: 67)
menyatakan bahwa orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan sangat
senang kalau ia berhasil memenangkan suatu persaingan. Ia berani menanggung
segala resiko sebagai konsekwensi dari usahanya untuk mencapai tujuan.
Motivasi berprestasi adalah dorongan
untuk selalu berjuang bekerja habis-habisan untuk mencapai kesuksesan.
Komarudin (1994) menyebutkan bahwa
motivasi berprestasi meliputi pertama kecenderungan atau upaya untuk berhasil
atau mencapai tujuan yang dikehendaki; kedua keterlibatan ego individu dalam
suatu tugas; ketiga harapan suatu tugas yang terlihat oleh tanggapnya subyek;
keempat motif untuk mengatasi rintangan atau berupaya berbuat sesuatu dengan
cepat dan baik.
ü Aspek
Motivasi Berprestasi
McClelland (dalam Marwisni Hasan
2006) menyatakan bahwa orang yang
mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi, mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
·
Mempunyai tanggung jawab pribadi
Siswa yang mempunyai motivasi
berprestasi akan melakukan tugas sekolah
atau bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Siswa yang bertanggung jawab
terhadap pekerjaan akan puas dengan
hasil pekerjaan karena merupakan hasil usahanya sendiri.
Menetapkan nilai yang akan dicapai atau
menetapkan standar unggulan
Siswa menetapkan nilai yang akan
dicapai. Nilai itu lebih tinggi dari
nilai sendiri (internal) atau lebih
tinggi dengan nilai yang dicapai oleh orang lain (eksternal). Untuk mencapai
nilai yang sesuai dengan standar
keunggulan, siswa harus menguasai secara tuntas materi pelajaran.
·
Berusaha bekerja kreatif
Siswa yang bermotivasi tinggi, gigih
dan giat mencari cara yang kreatif untuk menyelesaikan tugas sekolahnya. Siswa mempergunakan
beberapa cara belajar yang diciptakannya sendiri, sehingga siswa lebih
menguasai materi pelajaran dan akhirnya memperoleh prestasi yang tinggi.
·
Berusaha mencapai cita-cita
Siswa yang mempunyai cita-cita akan
berusaha sebaik-baiknya dalam belajar atau mempunyai motivasi yang tinggi dalam
belajar. Siswa akan rajin mengerjakan tugas, belajar dengan keras, tekun dan
ulet dan tidak mundur waktu belajar. Siswa akan mengerjakan tugas sampai
selesai dan bila mengalami kesulitan ia akan membaca kembali bahan bacaan yang
telah diterangkan guru, mengulangi mengerjakan tugas yang belum selesai.
Keberhasilan pada setiap kegiatan
sekolah dan memperoleh hasil yang baik akan memungkinkan siswa mencapai
cita-citanya.
·
Memiliki tugas yang moderat
Memiliki tugas yang moderat yaitu
memiliki tugas yang tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Siswa dengan
motivasi berpretasi yang tinggi, yang harus mengerjakan tugas yang sangat
sukar, akan tetapi mengerjakan tugas tersebut dengan membagi tugas menjadi
beberapa bahagian, yang tiap bagian
lebih mudah menyelesaikanya.
·
Melakukan kegiatan sebaik-baiknya
Siswa yang mempunyai motivasi
berprestasi yang tinggi akan melakukan semua kegiatan belajar sebaik mungkin dan tidak ada kegiatan lupa di kerjakan.
Siswa membuat kegiatan belajar dari mentaati jadwal tersebut. Siswa selalu mengikuti
kegiatan belajar dan mengerjakan
soal-soal latihan walaupun tidak disuruh guru serta memperbaiki tugas
yang salah. Siswa juga akan melakukan
kegiatan belajar jika ia mempunyai buku pelajaran dan perlengkapan belajar yang
dibutuhkan dan melakukan kegiatan belajar sendiri atau bersama secara
berkelompok.
·
Mengadakan antisipasi
Mengadakan atisipasi maksudnya
melakukan kegiatan untuk menghindari kegagalan atau kesulitan yang mungkin
terjadi. Antisipasi dapat dilakukan siswa dengan menyiapkan semua keperluan
atau peralatan sebelum pergi ke sekolah.
Siswa datang ke sekolah lebih cepat dari jadwal belajar atau jadwal ujian, mencari soal atau jawaban
untuk latihan. Siswa menyokong persiapan belajar yang perlu dan membaca materi
pelajaran yang akan di berikan guru pada
hari berikutnya.
·
Pastikan Motivasi Berprestasi Anda
Tinggi
Tanda-tanda orang yang memiliki
dorongan kesuksesan tinggi, antara lain :
o
Lebih suka dan puas terhadap prestasi
hasil usaha sendiri.
o
Sukses itu bukan karena nasib mujur,
tetapi hasil perjuangan.
o
Kegagalan bukan berarti sial, tetapi
karena volume usahanya masih kurang.
Mereka kreatif, lebih gigih, energik,
lebih suka bertindak daripada berdiam diri, produktif, dan penuh inisiatif.
Suka tantangan dan memilih tugas yang
resikonnya realistik sesuai kemampuan nyata yang dimiliki.
Orang yang rendah motivasi
berprestasinya akan memilih pekerjaan yang lunak, kecil resikonya, tidak perlu
banyak usaha, atau sebaliknya, memilih resiko super tinggi tanpa perhitungan.
Selalu mengevalusasi dan mencari umpan
balik untuk bergiat lagi.
·
Menumbuhkan Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi tidak dibawa sejak
lahir, tetapi suatu proses yang dipelajari, dilatih, ditingkatkan dan
dikembangkan.
Berikut kiat-kiatnya:
1.
Tetapkan tujuan (goal setting), yakin
dan bersugestilah bahwa kita dapat berubah.
2.
Susunlah target yang masuk akal. Saya
harus meraih peningkatan dalam setiap kurun waktu 2 atau 3 poin seminggu.
3.
Belajar menggunakan bahasa prestasi.
Gunakanlah kata-kata optimistik misalnya, “masih ada peluang lagi”, jadikan
konsep ini sebagai budaya berfikir, berbicara, berdialog dan bertindak.
4.
Belajar sendiri (otodidak), cermat
menganalisis diri. Masih adakah cara berfikir, perilaku dan kebiasaan saya yang
kurang menguntungkan.
5.
Perkaya motivasi
Kekayaan motivasi membuat kita tidak
kehabisan pemasok daya penggerak. Fokuskan pada motivasi instrinsik (dalam
diri). Sentuhan perasaan dan fikiran rasional serta motivasi dari orang-orang
terdekat juga dimanfaatkan.
Komentar
Posting Komentar