LAPIS TALAS SANGKURIANG
Lapis
Bogor Sangkuriang merupakan
produsen Lapis Bogor atau Lapis Talas Pertama dan Terbesar di kota bogor.
Memiliki komitmen menjaga rasa, kualitas dan standar mutu kue hingga layak
dikonsumsi dan siap dipasarkan. bahan dasar pembuatan adalah olahan talas
(tepung talas) yang diolah menjadi kue yang diperkenalkan dengan
nama LAPIS BOGOR SANGKURIANG. Dengan bahan bahan pilihan & bermutu
Lapis Bogor Sangkuriang memiliki keunggulan tekstur yang halus dan lembut,
warna khas ungu dan kuning serta memiliki aroma yang khas. Lapis talas
sangkuriang adalah suatu unit kerja menengah (UKM). Didirikan pada Februari
tahun 2011 oleh Rizka Wahyu Romadhona yang merupakan alumni Tehnik Elektro ITS
Surabaya. Saat ini, Lapis Talas Sangkuriang memiliki 3 outlet yaitu
di jalan KH, Soleh Iskandar Raya no. 100, Jalan Padjajaran no 20i komplek
ruko Bantar Kemang dan jalan Raya Puncak, jalan Raya Bogor Jakarta, Komplek
Ruko Galaxy No. 2 B, Cibonong. Serta mempunyai pabrik sendiri di daerah Tanah
Baru, Bogor. Lapis Bogor ini sudah memiliki sertifikasi HALAL, MUI NO.
01201066651111.
SEJARAH
Pada tahun 2008 Rizki beserta suaminya berbisnis bakso yang mempunyai 20 cabang
dengan sistem kemitraan. Namun karena ada kesalahan dalam manajemen, omzet usahanya
itu perlahan terus menurun dan akhirnya bangkrut. Kebangkrutan itu bahkan
menyisakan cicilan rumah selama empat bulan yang tak bisa dibayar, dan
memaksanya untuk menjual mobil, dan merelakan tiga motor operasional-nya
ditarik kembali oleh leasing. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya
rizki beserta suaminya memutar otak untuk merintis bisnis baru. Akhirnya
terpikirlah untuk melirik bisnis oleh-oleh. Rizki yang berasal dari kota
Surabaya terkesan dengan kue lapis Surabaya, lalu terpikirlah untuk membuat
lapis Bogor. Di mata Rizka, Bogor adalah kota wisata yang potensial. Bisa
dipastikan, tiap akhir pekan jalanan di Puncak selalu dipadati kemacetan. Ini
adalah salah satu peluang besar untuk digarap. Kota Bogor juga identik
dengan talas maka tak ada salahnya untuk memanfaatkannya. Dengan pengolahan
yang baik, talas pun bisa dijadikan makanan yang modern. Terlebih selama ini
belum ada yang mengolah talas menjadi kue lapis, hanya sebatas keripik dan
gorengan saja. Sehingga memutuskan untuk mengkreasikan lapisnya dengan bahan
baku lokal yang bisa diangkat yaitu talas. Lapis Bogor ini dinamai Lapis Bogor
Sangkuriang.
Setelah melakukan berbagai percobaan untuk menyempurnakan hasil kue lapis talas
yang dibuat. Pada tahun 2011, Lapis Bogor Sangkuriang mulai dipasarkan ke
tetangga-tengganya dan mendapat tanggapan positif. Setelah mendapat pesanan
dari para tetangganya, lalu mulai menawarkan kuenya ke teman-teman kampus,
keluarga lain, kelompok pengajian, dan komunitas lain, seperti komunitas entrepreneur.
Kemudian mencoba masuk ke instansi pemerintah. Ketika berhasil masuk ke
Dinas Perindustrian dan Perdagangan, mendapat respons yang sangat baik, bahkan
ditawari menjadi mitra binaan. Dari sinilah Rizki sering diajak pameran dan
mendapat berbagai pelatihan.
kemudian mencoba masuk ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, karena di kemasan kue lapisnya tercantum slogan “Visit Bogor”. Ternyata respons-nya juga positif lalu dikenalkan ke Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota dan Kabupaten Bogor, yang langsung memfasilitasi penjualan produknya. Ketika PHRI mengadakan sebuah acara, talas lapis bogor sangkuriang selalu diundang untuk ikut meramaikan. Ketika ada diklat di sebuah hotel selama tiga hari, diundang di hari terakhir untuk berjualan dengan sistem bagi hasil.
kemudian mencoba masuk ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, karena di kemasan kue lapisnya tercantum slogan “Visit Bogor”. Ternyata respons-nya juga positif lalu dikenalkan ke Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota dan Kabupaten Bogor, yang langsung memfasilitasi penjualan produknya. Ketika PHRI mengadakan sebuah acara, talas lapis bogor sangkuriang selalu diundang untuk ikut meramaikan. Ketika ada diklat di sebuah hotel selama tiga hari, diundang di hari terakhir untuk berjualan dengan sistem bagi hasil.
Dari skala rumahan, mengawali bisnis dengan modal Rp 500.000 dan mixermertua.
Per hari hanya mampu menjual dua boks, lalu perlahan mulai meningkat hingga
mencapai 50-100 boks per hari. Kemudian mulai membuka outlet di
Jalan Baru (Jalan Soleh Iskandar), di Bogor Desember 2011. Empat bulan
kemudian, membuka outlet lagi di Jalan Pajajaran dan di Puncak
pada Desember 2012. Sekarang juga sudah punya pabrik sendiri di daerah Tanah
Baru, Bogor. Kini kue yang bisa terjual sudah di atas 2000 boks per harinya
dengan omzetnya mencapai miliaran rupiah per bulan, harga Rp 25.000 –
30.000 per boks. Dalam proses produksinya pun saat ini ia juga berusaha
meminimalisir sentuhan tangan. Jadi hampir semua proses menggunakan mesin,
termasuk mengolah krim lapisannya.
PERMASALAHN
RIZKI WAHYU ROMADHONA
Sebelum menjual lapis bogor rizka sempat berjualan bakso di daerah jakarta saat
itu ia menjadi karyawan di salah satu perusahaan telekomunikasi. Ia selalu
membawa bakso dalam kantong dan dijual ke teman teman kantornya. Lalu rizka
melepas jabatannya menjadi karyawan karena gaji menjual baksonya hampir sama
dengan gajinya sebagai karyawan.
Akhirnya rizka pun terjun total menjadi pengusaha bakso. Selain memasok bakso
ke konsumen lamanya di Jakarta, mereka juga menawarkan kemitraan gerai bakso.
Sayangnya usaha itu tak berumur panjang, banyak mitra yang nakal yang tidak
suka dengan usahanya, mencampur bakso milik rizka dengan bakso lain, sehingga
kualitas bakso miliknya menurun. Rizka pun menuai rugi yang cukup banyak dan
akhirnya banyak gerai yg harus ditutup. Bukan itu saja ia pun harus menjual
mobilnya, bahkan motor operasionalnya ditarik. Ia juga sempat menunggak
pembayaran angsuran rumah hingga 4 bulan.
KEUNGGULAN
LAPIS TALAS BOGOR SANGKURIANG
Lapis Bogor Sangkuriang, dibuat menggunakan tepung terigu, tepung talas, gula,
susu, telur sehingga membuat lapis berwarna kuning dan ungu bertabur keju,
warna ungu karena mengandung saripati talas, tepung talas juga menghasilkan cita
rasa sendiri dengan aroma yang khas dan lapisnya menjadi lembut dan lezat. Dari
sinilah istilah lapis talas mulai dikenal karena cake buatannya biasanya
terdiri dari dua lapis. Lapisan pertama berwarna kuning dan lapisan berikutnya
berwarna seperti ungu dan hijau muda. Oleh karena ada dua lapisan warna yang
berbeda maka kata ‘Lapis’ pun disematkan pada cake buatannya. Walaupun berwarna
warni produk ini tidak menggunakan bahan pewarna yang berbahaya bagi kesehatan.
Hal ini terbukti dengan diberikannya Label Halal serta sertifikat dari Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Cake buatannya tidak lengket, basah atau bergetah ketika dimakan. Teksturnya
juga lembut. selain tekstur yang lembut dengan aroma yang khas, kue ini mampu
bertahan hingga 4 hari. Tapi kalo dimasukan kedalam pendingin bisa 7 hari.
Lapis bogor ini terdiri dari berbagai rasa, diantaranya original, greentea,
bluberry, strawberry, coklat, capucino dan tiramisu.
Tak hanya itu saja inovasi yang dihadirkan Rizka dalam sekotak kue lapis, Ia
juga menarik perhatian konsumennya dengan mencantumkan informasi aneka
destinasi wisata di Bogor dalam setiap kemasan kue lapis yang mereka beli.
Jadi, kotak kue tidak hanya digunakan sebagai kemasan pendukung namun juga
sekaligus sebagai informasi wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke
Kabupaten Bogor.
PERMASALAHAN
LAPIS TALAS BOGOR SANGKURIANG SERTA SOLUSINYA
Dengan modal yang terbatas, maka untuk penjualannya pun juga masih sangat
terbatas, karena tak langsung bisa membuka outlet. Bersama suaminya ia pun
harus bergerilya dari satu kantor ke kantor lain untuk memasarkan
kuenya.
Saat pertama kali menjual lapis Bogor hanya dikerjakan oleh Rizki beserta
suaminya, kemudian menambah 2 pekerja hingga sekarang jumlah pekerja yang
dipekrjakaan sudah hampir 500 pegawai. Pegawainya terdiri terdiri dari anak
jalanan, ibu rumah tangga, lulusan SD, SMP dan SMK. Rizka mengaku ia ingin
memberdayakan masyarakat sekitar yang memiliki potensi, namun tidak dapat berkarya
di perusahaan formal karena faktor pendidikan.
Tantangan dalam mengelola lapis Bogor ini adalah masalah sumber daya manusia.
Sulitnya mengatur pekerja ini membuat Rizka sempat nyaris menutup bisnisnya.
Sulitnya mengatur pekerja ini ia pun memutuskan untuk menggunakan jasa
konsultan guna membenahi manajemen. Hasilnya, ternyata tak hanya membantu dalam
hal manajemen SDM, tetapi juga berhasil mengelola kelangsungan produksi. Tidak
ingin gagal kedua kalinya, mulai membenahi organisasi dengan membuat SOP
(standard operating procedures), matriks kompetensi karyawan, dan KPI (key
performance indicator) untuk karyawan. Semua dilakukan dari pengalaman
bisnis bakso
Kendala lain yang terjadi saat ini terletak pada ketersediaan mesin pengukus.
Mesin yang dimilikinya saat awal merintis usaha sudah tidak memadai lagi
jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan produksi sekarang. Rizka pun segera
mengatasinya dengan menambah 15 mesin tambahan lagi dengan kapasitas 96 loyang
per mesin untuk sekali pengukusan.
Semula Rizka memang tidak pernah membatasi orang yang ingin membeli kue
di outletnya. Namun ia mendapatkan kenyataan banyak orang yang
sekali beli sekaligus dalam jumlah banyak, yang membuat kuenya langsung
habis dalam waktu satu jam sejak dikirim dari pabrik. Sehingga banyak pembeli
berikutnya yang tidak kebagian, terutama wisatawan yang datang dari luar kota
di akhir pekan. Ternyata, orang yang membeli dalam jumlah banyak itu lalu
menjualnya kembali dengan mobil di tempat parkir depan outletnya.
Maka oleh karena itu, sejak September 2012 ia membatasi jumlah pembelian,
maksimal hanya lima boks per orang. Ini juga sekaligus untuk mengurangi orang
yang menjual lagi kue lapisnya, sehingga lebih banyak orang yang kebagian.
Orang-orang yang menjual kuenya lagi di luar, tentu saja dapat memberikan
pengaruh yang kurang baik untuk usahanya. Mereka tentu saja akan menjualnya
dengan harga yang lebih tinggi, sehingga orang lain pun jadi malas beli. Selain
itu, kue yang dijual di luar juga tidak bisa dijamin kualitasnya, karena bisa
saja terkena debu atau sudah berumur beberapa hari. Padahal kue lapis Bogor
buatannya ini tidak menggunakan pengawet, sehingga rentan terhadap panas. Jika
biasanya masa kadaluarsanya empat hari, bisa jadi akhirnya cuma dua hari karena
dijual di tempat yang terkena sinar matahari.
CARA
PEMASARAN
Pemasaran lapis bogor ini dengan membuka beberapa cabang. Setiap cabangnya
tidak hanya menjual lapis bogor tetapi banyak aneka makanan lainnya contohnya
seperti brownies talas. Cara menjualnya karena terlalu banyak orang yang ingin
membeli lapis bogor ini maka pembeli diberi nomer antrean dan setiap orang
hanya dijatahkan membeli 2 box supaya setiap orang kebagian. Toko lapis bogor
ini buka dari jam 07.00-20.00 lapis bogor dikirim ke setiap cabang 2 kali
sehari.
Selain menjual langsung melalui outlet, strategi pemasaran lain
yang digunakan untuk meluaskan penjualan produknya. Yakni dengan memanfaatkan
jejaring media sosial, melalui akun Facebook Lapis Bogor dan Twitter
@LapisBogor. Dulu, ada sistem layan antar. Tetapi hasilnya tidak memuaskan
karena kue sampai ke tangan konsumen dengan keadaan yang tidak bagus karena
berantakan layanan itu pun dihentikan, dan lebih memilih fokus menjual di Bogor
saja. Alasan lain tidak menjual produk diluaroulet karena Lapir
Bogor Sangkuriang mengedepankan kulaitas dan mutu mengingat dalam pembuatannya
tidak menggunakan bahan pengawet Lapir Bogor Sangkuriang hanya mampu bertahan 4
hari. Jika penyimpanannya tidak benar maka hanya bertahan 2 hari.
MENU
Lapis Talas Sangkuriang menyediakan kue lapis talas sebagai produk unggulannya.
Selain kue lapis talas, menu lain yang disediakan antara lain Brownies Talas,
Bolu Gulung Talas, Cake Talas, Keripik Talas, Kacang Bogor, Minuman sari pala,
Jus jambu merah, Pie Talas. Ada beberapa varian rasa kue lapis talas antara
lain oroginal keju, oroginal blueberry original tiramisu, original cokelat,
original cappucino, full talas keju, full talas tiramisu, full talas cappucino,
teh hijau keju, the hijau coklat, teh hijau coklat teh, durian keju, durian
coklat, brownis keju, strawberry keju.
PENGHARGAAN
· Wirausaha
Muda Mandiri 2012 untuk regional Jabodetabek
· Wanita
Wirausaha Mandiri 2013 dari sebuah majalah wanita
KESIMPULAN
Kreatif dan konsisten. Seperti ucapan banyak pengusaha sukses, kreatifitas dan
kekonsistenan adalh kunci penting bagi sebuah keberhasilan. Rupanya orang
yang ada di belakang Lapis Bogor atau Lapis Talas Sangkuriang menerapkan hal
ini. Dari segi rasa lapis talas versi Sangkuriang masih sama sejak pertama kali
ada hingga saat ini mencerminkan kekonsistenan dalam menjaga mutu. Berbagai
macam variasi rasa lapis talas versinya mencerminkan sisi kreatif. Hal tersebut
belum ditambah dengan berbagai jenis penganan lain seperti pie talas, brownies
yang kesemuanya memiliki rasa yang tidak kalah dengan lapis talasnya.
.
Pelajaran yang
dapat diambil lainnya adalah dalam mengembangkan bisnis berusaha untuk tidak menggunakan
modal pinjaman untuk membesarkan usaha.
SUMBER:
Komentar
Posting Komentar